Malam ini gue utak-atik blog lagi, alhasil gue bisa masuk dan posting tulisan. Meskipun cara gue masuk ke beranda blog janggal, tetep aja judul malam ini: gue BERHASIL. untungnya ini bukan masalah akademik, yang harus dicari metodologi dan rumus statistiknya. (skripsi-phobia) Kalo diibaratkan, gue kehilangan kunci buat buka pintu rumah gue, karena gue ga mau repot, ya udah gue dobrak aja pintunya, toh ini rumah gue sendiri, sapa juga yang berani protes? hehehe
ngeliat tipi akhir-akhir ini yang beritanya bencana mulu, bukannya bikin gue happy malah sedih. daripada gue nangis sesenggukan didepan tipi kayak umat Cinta Pitri, iseng-iseng gue nulis lagi di blog.
Letusan merapi ternyata menyita banyak pasang mata untuk menoleh ke jogja. Dari bencana dahsyat yang menelan korban jiwa itu, tak hanya orang indonesia saja yang diberi pelajaran bagaimana bertanggung jawab terhadap tugas oleh seorang juru kunci merapi. Bahkan teman sekaligus guru saya Mrs. Grace Chao guru Connections Public Charter School Hilo, Hawai'i-pun ikut berduka dengan kepergian mbah maridjan. Kebetulan beliau dengan beberapa guru dari USA sempat bertemu Mbah Maridjan di rumahnya, saat mereka melakukan kunjungan ke indonesia. Dari Emailnya beliau bilang:
"Our group met with Bapak Mbah Maridjan at his home at Mt. Merapi this past summer, and its very sad to hear of his passing. He is a role model for being such a loyal and responsible care taker to his calling in life."
Gue sempet garuk-garuk kepala pas baca tuh email, busyet ternyata Mrs. Grace sempet ketemu Mbah Maridjan (gile). Gue aja belum (sedikit nyesel karena belum sempet poto bareng mbah marijan). Sambil dengerin lagunya Cak Dikin Mbah Maridjan pancen roso, gue juga kepikir temen-temen gue di jogja. Ada
Dion,
Petra,
Cia dan
ririn. Untunglah mereka selamat dan ga kena amukan wedus gembel. Mereka juga masih pada asik di kosan masing-masing. Padahal gue berharap banget liat muka mereka nongol di tipi (ehm...kejam)
dengan sedikit becanda gue bilang ke Petra
"selamat anda masuk kualifikasi bintang iklan kuku bima energi rosa selanjutnya (menggantikan mbah maridjan)"
hehehe
Tapi gue juga curiga letusan merapi kali ini ada sangkut pautnya dengan salah satu nama oknum yg gue sebutin diatas, yakni: Ririn. Jelas saja, nih mahasiswa udah hampir expired, dan dengan susah payah berhasil diwisuda bulan ini. (jadi judul episode misteri gunung merapi kali ini adalah: kelulusan seseorang yg tidak dikehendaki alam) hahaha ups maaf bukan maksud saya tersenyum diatas penderitaan orang lain. saya hanya ingin menyampaikan pesan:
"Sobat meski jogja ujan debu, jangan lupa tersenyum (dengan tetap memakai masker tentunya)"