Hilangnya Barang Bukti
Beginilah mantera yang udah dibikin sama ketua panitia: “Saya ……(sebutin nama) yang berjenis kelamin laki-laki, umur…. (sebutin umur) bersumpah tidak pernah berbuat mesum sama Sarah. Maka anak yang dilahirin sama Sarah bukanlah anak kandung saya. Jika saya berbohong, maka langit dan bumi akan mengutuk saya. Hukuman bagi yang bohong adalah kematian. Sumpah ini saya ucapkan dengan suka rela tanpa ada paksaan dari pihak mana pun”.
“Woi sini lu pade” teriak Ieday
“
“Cepetan sini semua, penting nih” kata Ieday yang lagi ngeliatin aquarium.
Kita pun segera ngumpul di depan aquarium.
“Lihat deh” kata Ieday ke kita bertiga, “Anak kembarnya Sarah ilang”
“Wah jangan jangan ada yang nyulik lagi” kata Monhox kuatir.
“Gawat nih” sahut Gue panik.
“
“Maksud lu?” Tanya Ieday
“Ini adalah penghilangan barang bukti” jelas Sutan.
“Terus gimana?” Tanya gue
“Berarti sumpah pocong ga bisa kita lakuin karena ga ada bukti. Jadi siapapun terdakwanya, sekarang dia bebas”.
“Kejam….” Kometar Monhox
“Kasihan Sarah ya, baru aja jadi korban pemerkosaan sekarang kehilangan anaknya” tambah Ieday
“Pasti sekarang dia lagi stress berat” ujar gue
“Gimana dong cara kita buat ngehibur dia biar ga stress?” Tanya Sutan
“Ya udah kita nyanyi bareng-bareng aja yuk” usul Monhox
“Setuju….” Sahut kita serempak. Akhirnya hari itupun kita ga jadi ngadain ritual sumpah pocong. Tapi malah nyanyi sambil diiringi gitar buat ngibur sarah yang berduka karena kahilangan anak kembarnya.




