Jumat, 24 Oktober 2008

puisi

pusaran waktu menelan semu yang ku kenal
Badai ego memisahkan dengan semua yang ku sentuh
Melemparkanku dalam pojok sejarah para pecundang
Tiap detik yang berdenting menjelma tusukan erjuta tombak
Menggetarkan rapuhnya pilar idealisme di otakku
Tangan siapa hendak ku raih?
Jasad mana lagi untuk ku peluk?
Masihkah ada ruang buat keluhku di sempitnya lembaran kisah?
Bila bisu mendekap tiap liarnya teriakan
Diposting oleh cafelosophy di 15.42 |  

2 komentar:

Langganan: Posting Komentar (Atom)