Jumat, 24 Oktober 2008
puisi
pusaran waktu menelan semu yang ku kenal
Badai ego memisahkan dengan semua yang ku sentuh
Melemparkanku dalam pojok sejarah para pecundang
Tiap detik yang berdenting menjelma tusukan erjuta tombak
Menggetarkan rapuhnya pilar idealisme di otakku
Tangan siapa hendak ku raih?
Jasad mana lagi untuk ku peluk?
Masihkah ada ruang buat keluhku di sempitnya lembaran kisah?
Bila bisu mendekap tiap liarnya teriakan
Badai ego memisahkan dengan semua yang ku sentuh
Melemparkanku dalam pojok sejarah para pecundang
Tiap detik yang berdenting menjelma tusukan erjuta tombak
Menggetarkan rapuhnya pilar idealisme di otakku
Tangan siapa hendak ku raih?
Jasad mana lagi untuk ku peluk?
Masihkah ada ruang buat keluhku di sempitnya lembaran kisah?
Bila bisu mendekap tiap liarnya teriakan
2 komentar:
yup! thanks dah mau nunggu cerpen gue selanjutnya. sebagai tanda persahabatan gue dah posting lanjutannya rama and me tuh...silahkan baca, ketawa terus cari korban deh huahahaha





mana cerpenmu, aku mau baca sambungannya donk