Senin, 30 November 2009

Menggapai Mimpi (part I)

Saat-saat ini hari gue begitu berwarna. Bangun pagi, mandi, terus berangkat ke kampus buat nemuin dosen pembimbing. Walaupun hasil pertemuan udah bisa ditebak, tapi gue selalu ngelakuin hal yg sama tiap hari (naif). Ga tau kenapa, tiap kali dosen pembimbing ngeliat muka gue, pilihan kalimatnya pasti: "taruh saja di meja" atau paling banter "oh ya skripsi kamu belum saya baca, silahkan kembali lagi besok".
Dengan nada rendah gue cuman berkata, "terima kasih pak". Salaman, cium tangan terus ngacir dari ruangan dosen. Gue 100% sadar, kalo dosen pembimbing gue itu super sibuk. Dunia pasti kiamat kalo ga diselametin sama yg terhormat beliau ini. Makanya sebagai mahasiswa yg baik, gue harus terima perlakuan super hero ini. Apalah arti sarjana seorang anak desa, dibandingin keselamatan dunia dan seisinya.
Diposting oleh cafelosophy di 19.36 |  

0 komentar:

Langganan: Posting Komentar (Atom)