Senin, 31 Maret 2008

puisi

Sesal

Pagi ini kembali ku tertinggal kereta menuju venus

Harapanku mati ditikam fajar

Aku terlalu percaya pada waktu

Mampu tumbuhkan mimpi kita

Apa yang kurindu? Aku tak tahu

Apa yang kurasa? Aku tak ada

Apa yang kuharap? Aku tak mampu

Apa yang kucinta? Aku tak jaga

Pengagum

Aku angin yang membisikkan semua syair di hatimu

Aku malaikat yang menaburkan mimpi disetiap lelapmu

Peri yang mengantarkanmu menuju surga

Memainkan melodi disetiap degup jantungmu

Meskipun kau tak pernah rasakan hadirku

Aku akan selalu ada disampingmu

Menjagamu terus merekah

Menebarkan aroma wangi pada dunia

Saat ku tertangkap matamu yang belum lelap

Aku segera terbang meninggalkan kamarmu

Menebar harum yang kau cium bersama embun pagi

Lihatlah jejak embun di kaca jendela

Aku setia mengagumi kecantikanmu

Dari balik tabir yang kau buat

Jangan kau cari aku diantara rasi bintang

Karena aku sembunyi dalam kabut pikiran

Benih yang kau pendam dalam hati

Terabaikan sepanjang waktu

Aku bayangmu

Jiwamu

Mimpimu

Harmonium

Aku adalah dirimu

Diposting oleh cafelosophy di 13.31 |  

0 komentar:

Langganan: Posting Komentar (Atom)