puisi
Sesal
Pagi ini kembali ku tertinggal kereta menuju venus
Harapanku mati ditikam fajar
Aku terlalu percaya pada waktu
Mampu tumbuhkan mimpi kita
Apa yang kurindu? Aku tak tahu
Apa yang kurasa? Aku tak ada
Apa yang kuharap? Aku tak mampu
Apa yang kucinta? Aku tak jaga
Pengagum
Aku angin yang membisikkan semua syair di hatimu
Aku malaikat yang menaburkan mimpi disetiap lelapmu
Peri yang mengantarkanmu menuju surga
Memainkan melodi disetiap degup jantungmu
Meskipun kau tak pernah rasakan hadirku
Aku akan selalu ada disampingmu
Menjagamu terus merekah
Menebarkan aroma wangi pada dunia
Saat ku tertangkap matamu yang belum lelap
Aku segera terbang meninggalkan kamarmu
Menebar harum yang kau cium bersama embun pagi
Lihatlah jejak embun di kaca jendela
Aku setia mengagumi kecantikanmu
Dari balik tabir yang kau buat
Jangan kau cari aku diantara rasi bintang
Karena aku sembunyi dalam kabut pikiran
Benih yang kau pendam dalam hati
Terabaikan sepanjang waktu
Aku bayangmu
Jiwamu
Mimpimu
Harmonium
Aku adalah dirimu




