Kamis, 21 Januari 2010

facebook SBY

Beginilah kira-kira kalo SBY facebookan sama "teman-temannya". Gambar ini gue dapet dari Abdul Latif, temen kuliah sekaligus temen facebook. Ga tau tuh anak dapet dari mana, yang pasti pembuat gambar ini tentulah orang yg KREATIF sekaligus jeli melihat keadaan politik saat ini.
Ada banyak hal yang terangkum dari gambar ini. Pertama: facebook yang emang udah jadi area curhat dunia. Dimana hampir setiap saat kita baca keluhan orang-orang. Kedua, tentu saja permasalahan politik dalam negeri, semenjak SBY menjabat presiden untuk kedua kalinya, kayaknya terus-terusan di PDKTin sama masalah (mungkin masalah emang lagi jatuh cinta sama SBY). Ketiga, politik di USA, dimana Obama juga menghadapi masalah yang banyak, tapi dia bisa menyelesaikan dengan kerja keras! (bukan mengeluh depan kamera tipi ato malah facebookan). Kelima, tentu saja tentang sengketa budaya; dimana tetangga kita suka mencuri (mungkin lebih tepatnya mencopet) budaya negara kita, tanpa rasa malu. Dan yang paling penting; SBY harus belajar dari Gloria Arroyo kiat-kiat lepas dari ancaman impeachment.
akhir kata: SALUT BUAT CREATOR GAMBAR DIATAS. (you are rock man!)
Diposting oleh cafelosophy di 22.47 | 0 komentar  
Senin, 18 Januari 2010

Happy Bird Day

Hari ini mendadak wall facebook gue penuh dengan ucapan: happy birth day yang kalo di baca akan serupa dengan "happy bird day" alias selamat hari burung girang (whats!). Come on guy's my bird is totally fine and health. He is NOT happy today because I'm single, but may be some day he will be happy (i promise for that) hehe. English language is not our language (ngomong dengan gaya Cinta Laura) it is foreign language, so kadang kita salah ngucapin ato malah salah denger. Ada beberapa pengalaman lucu gue sama temen2 di kosan, tentang bahasa inggris. Kita dulu sering dengerin lagu yang liriknya begini "looking to my eyes ..." karena salah denger, temen gue dgn PeDe malah nyanyi "looking to my ass..." (walah kadah!). Untung nilai bahasa inggris tetangga kita -9, kalo nggak bisa rusuh tuh kosan. Terus ada lagi minuman favorite kita, namanya: banana milk shake, karena merasa terlalu panjang dan ribet, temen gue suka bilang Banana Boat! (ga nyambung!) tapi ga apalah toh kita semua paham apa maksud beliau itu.
Kembali ke masalah awal, sebelum facebook ditemukan (soalna facebook juara petak umpet 9x berturut2 jadina susah ditemukan) dan friendster masih barang yg aneh, tiap tanggal 18 januari, inbox hp gue akan penuh dengan ucapan yg sama dari temen2 gue itu. Emang sih sedikit janggal, orang makin deket dengan kematian kok diberi ucapan selamat. Tapi namanya juga budaya, mau ga mau, suka ga suka, gue harus bisa nerima. Karena kenyataan adalah fakta yang absah dibandingkan hanya sebuah pemikiran. Apalagi itu pemikiran mahasiswa yg hampir expired dan gila, macam gue.
Ngomongin birth day "yang beneran" bukan bird day lho ya, bikin gue teringat masa2 kecil gue dulu. Masa dimana gue masih ngompol, belum ada listrik, sampe liat muka my most enemy Soeharto secara langsung. Gue berharap bisa nulis kisah itu (i still remember).
Akhirnya gue pengen ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya kepada facebook, karena udah ngingetin gue, kalo 25 tahun yang lalu gue dilahirin. Asli gue lupa kalo hari ini Ultah... hehehe
thanks broth and sist yang udah nyempetin nulis di wall gue
Diposting oleh cafelosophy di 10.52 | 2 komentar  
Selasa, 05 Januari 2010

PNS vs Wiraswasta

Menurut pendapat Sosiolog David Mc Clelland, suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya. Singapura sudah 7,2%, sedangkan pada 2001 di Indonesia baru 0,18% dari penduduknya yang menggeluti dunia wiraswasta.
Mungkin karena sarjana di negara ini lebih suka jadi PNS, sedangkan anak mudanya memilih jadi anak band ato artis sinetron. Baru kalo pilihan pertama gagal, mereka akan mencoba pilihan ke dua. Falsafah inilah yang diajarkan oleh menteri pendidikan lewat SPMB (UMPTN) ato apalah namanya sekarang. Makanya gue ga heran, waktu temen gue yang Sarjana Pendidikan Agama Islam, banting setir jualan kopi. Pas gue tanya, "kenapa lu buka warung kopi?"
"Ya mau ngapain lagi? udah ga ada harapan masuk PNS!" jawab dia enteng.
Mungkin bagi sebagian orang (kelas menengah) PNS adalah satu-satunya "jalan tengah". Dimana "kesejahteraan" dan "pengahargaan" bisa mereka gapai. Hal ini juga menunjukkan bagaimana paradigma tentang pendidikan yang ditanamkan oleh Belanda, masih tertancap diotak sebagian besar rakyat indonesia.
Pendidikan hanya menyiapkan, tenaga-tenaga terampil untuk keperluan birokrasi dan industri. Disaat industri belum terlalu maju di negara ini, maka berbondong-bondonglah rakyat masuk pegawai negeri. Karena ga kebagian tempat, sebagian orang rela menjadi "makelar" bagi saudaranya sendiri.
Disinilah, seharusnya dunia pendidikan dan pemerintah berkerja sama untuk mendirikan sekolah yang berorientasi wiraswasta. Karena peluang disana masih cukup terbuka. Banyak orang yg berwira swata bermodalkan tekad dan kepepet. Sehingga usaha mereka-pun setengah-setengah. Ada bainya bagi anda yg tidak diterima menjadi PNS untuk menyimak tips-tips berikut:
Perlu anda ingat memulai usaha hanya butuh mengingat 3 kata, yakni:
Passion: ketertarikan. Percuma bikin usaha kalo anda sendiri ga tertarik dengan bidang itu.
Vision: visi. Pandangan kedepan tentang usaha yang akan anda jalani.
Action: jangan biarkan itu hanya ada di wacana saja. Tapi segera realisasikan ide anda, sebelum dicontek sama orang lain.
Dunia kerja bukan main-main. Karena kalo kita udah ga bisa ngebedain antara kerja dan main, maka kesuksesan pastilah diraih.
Diposting oleh cafelosophy di 20.04 | 2 komentar  
Senin, 04 Januari 2010

Diet Organic


Makin hari, nyamuk di kosan makin ramai. Bak pepatah ada gula ada semut. Berkumpulnya nyamuk di kosan, juga mampu menarik serikat pemburu nyamuk alias cicak and the gank buat ikut-ikutan nimbrung.

Kedatangan mereka adalah hasil buah pemikiran Ieday, philosof aliran insidental abad XXI. Terinspirasi dengan gerakan anti global warming dan back to nature, sebulan ini racun pembunuh nyamuk dilarang penggunaannya di kosan.

Ide itu muncul pada suatu sore, saat kami bertiga (gue, Ieday dan Sutan) duduk santai beralas tikar bekas di bawah pohon mangga belakang kosan. Menikmati kopi lampung seduhan sendiri, sambil memandangi sunset. Obrolan ringan pun dimulai. Gue diapit sama aktivis dan biblioholic, obrolan yang semula ringan-pun, mereka jadikan berat dan rumit. Melibatkan nama-nama pemikir asing yg nomer hpnya ga gue tau.

Kalo mereka berdua bak Budha yang mendapatkan pencerahan di bawah pohon mangga. Maka gue bengong kayak kesambet jin penunggunya. Semua kata, frase, kalimat yang mereka ucapkan selalu sukses bikin gue diem. Pilihan saat itu, gue komentar sambil mamerin kebodohan ato gue diem dalam kesesatan.

“Pada dasarnya Tuhan menciptakan alam dalam keadaan seimbang. Penggunaan racun untuk membunuh satu spesies untuk kepentingan kita, sama saja genosida. Sebuah kesalahan yang tak terampuni” jelas Ieday sambil merhatiin muka gue dan Sutan.

“Intinya gini Bong” tambah Sutan yang mafhum dengan muka bingung gue, “mulai dari sekarang kita ga akan make racun buat bunuh nyamuk di kosan”

“Nah terus, gimana kita bisa tidur kalo banyak nyamuk?” tanya gue kebingungan.

“Tenang sahabatku, Tuhan ga bikin nyamuk tanpa penyeimbang. Masih ada cicak dan tokek yang ada di pihak kita”

“Maksud lo?! Kita ngandelin cicak sama tokek buat ngebasmi nyamuk di kosan gitu? Naïf! Lu berdua”

“Demi sebuah keyakinan, penderitaan tak akan mampu menghentikan langkah kita”

“Jangan berkorban untuk tidak tidur, darah-pun siap aku tumpahkan sobat”

“Atur aja deh!” kata gue lemes

“Hanya dengan cara ini Sob, kita bisa melampiaskan insting purba kita” sahut Sutan penuh semangat.

“Apalagi sih Tan? Jangan bikin gue tambah stress deh”

“Dengan mebiarkan nyamuk sehat tanpa terinfeksi racun, kita bisa lebih semangat memburunya Sob!”

Sebenernya gue curiga dengan pemikiran Ieday dan Sutan. Jangan-jangan ada konspirasi dibalik pemikiran mereka berdua. Gue sih nyangka motif tersembunyi mereka adalah: diet dengan cara organic! Dengan membiarkan badan gendut mereka dihisap habis-habisan sama nyamuk, sehingga bisa kurus dalam waktu sekejap.

“Ow…kejam!” bisik gue dalem hati. “mereka sih enak gendut, lah gue kan kurus!”

Diposting oleh cafelosophy di 19.36 | 1 komentar  
Sabtu, 02 Januari 2010

GillAbong

Memasuki tahun 2010, gue dapet panggilan baru: Gillabong. Bukannya pengen nyontek brand pakaian surfing asal Australia. Ato biar keliatan gaol. Tapi itu semua gara-gara temen gue yang nggontok stadium 4 sama gue.
Alkisah, akhir 2009 banyak orang yang nanya kerjaan sama gue. Oh my Gosh! please deh, lu kira gue Mama Laurent ya? yang bisa ngeramal masa depan lu?!
"Bukan bong, gue ga mo lu ramal. Tapi gue nanya informasi lowongan pekerjaan sama lu!" timpal temen gue yang mungkin aja ngeliat muka gue kayak kolom iklan di koran.
"Sabar..." bisik gue dalam hati.
"Nah yang sarjana-kan elu! kok malah nanya kerjaan ke gue sih!"
"Selama ini kan lu banyak info!" bela temen gue, "please ya bong, gue udah sebulan nganggur nih!"
"Yaelah lu baru aja sebulan, gue udah 25 tahun nganggur Bu!"
"Lu nganggur juga produktif!"
"Iya sih, sebenernya gue ada kerjaan dan masih butuh orang" mulailah bakat iseng gue muncul, untuk ngerjain nih orang.
"Tuh kan... lu mah gitu sih sama temen sendiri. Suka main rahasia2an. kerja apaan Bong?"
"Ada-lah.. cuman tugasna agak berat Bo'. Kira2 lu sanggup enggak?"
"Gue siap kerja apa aja Bong"
"Ya udah kalo gitu. Kerjaan ini akan gue kasih ke elu"
"Makasih ya Abong yg ganteng... kerjanya apa nih?"
"Ini kerjanya freelance, tapi butuh ketekunan dan kesabaran" kata gue mencoba serius.
"MLM ya? ih ogah!"
"Bukan MLM, tapi pengamat pertelevisian Indonesia"
"Wow berat banget Bong! terus tugas gue ngapain aja?"
"Gampang kok, tugas lu cuman mengamati siaran televisi. karena televisi nasional udah sama gue, maka tugas lu mengamati pertelevisian lokal"
"ok..."
"Nah waktunya tiap hari, selama 24 jam"
"Gila...kerja rodi dunk! terus gajinya berapa tuh?"
"Gajinya ya...nunggu ada yg mo gaji! namanya juga pengamat" kata gue enteng.
"Sialan Gillabong!"
"Maksud lu?"
"Gila lu bong!"
"hehehe emang enak dikerjain!"
Diposting oleh cafelosophy di 14.15 | 0 komentar  
Langganan: Komentar (Atom)