Senin, 04 Januari 2010

Diet Organic


Makin hari, nyamuk di kosan makin ramai. Bak pepatah ada gula ada semut. Berkumpulnya nyamuk di kosan, juga mampu menarik serikat pemburu nyamuk alias cicak and the gank buat ikut-ikutan nimbrung.

Kedatangan mereka adalah hasil buah pemikiran Ieday, philosof aliran insidental abad XXI. Terinspirasi dengan gerakan anti global warming dan back to nature, sebulan ini racun pembunuh nyamuk dilarang penggunaannya di kosan.

Ide itu muncul pada suatu sore, saat kami bertiga (gue, Ieday dan Sutan) duduk santai beralas tikar bekas di bawah pohon mangga belakang kosan. Menikmati kopi lampung seduhan sendiri, sambil memandangi sunset. Obrolan ringan pun dimulai. Gue diapit sama aktivis dan biblioholic, obrolan yang semula ringan-pun, mereka jadikan berat dan rumit. Melibatkan nama-nama pemikir asing yg nomer hpnya ga gue tau.

Kalo mereka berdua bak Budha yang mendapatkan pencerahan di bawah pohon mangga. Maka gue bengong kayak kesambet jin penunggunya. Semua kata, frase, kalimat yang mereka ucapkan selalu sukses bikin gue diem. Pilihan saat itu, gue komentar sambil mamerin kebodohan ato gue diem dalam kesesatan.

“Pada dasarnya Tuhan menciptakan alam dalam keadaan seimbang. Penggunaan racun untuk membunuh satu spesies untuk kepentingan kita, sama saja genosida. Sebuah kesalahan yang tak terampuni” jelas Ieday sambil merhatiin muka gue dan Sutan.

“Intinya gini Bong” tambah Sutan yang mafhum dengan muka bingung gue, “mulai dari sekarang kita ga akan make racun buat bunuh nyamuk di kosan”

“Nah terus, gimana kita bisa tidur kalo banyak nyamuk?” tanya gue kebingungan.

“Tenang sahabatku, Tuhan ga bikin nyamuk tanpa penyeimbang. Masih ada cicak dan tokek yang ada di pihak kita”

“Maksud lo?! Kita ngandelin cicak sama tokek buat ngebasmi nyamuk di kosan gitu? Naïf! Lu berdua”

“Demi sebuah keyakinan, penderitaan tak akan mampu menghentikan langkah kita”

“Jangan berkorban untuk tidak tidur, darah-pun siap aku tumpahkan sobat”

“Atur aja deh!” kata gue lemes

“Hanya dengan cara ini Sob, kita bisa melampiaskan insting purba kita” sahut Sutan penuh semangat.

“Apalagi sih Tan? Jangan bikin gue tambah stress deh”

“Dengan mebiarkan nyamuk sehat tanpa terinfeksi racun, kita bisa lebih semangat memburunya Sob!”

Sebenernya gue curiga dengan pemikiran Ieday dan Sutan. Jangan-jangan ada konspirasi dibalik pemikiran mereka berdua. Gue sih nyangka motif tersembunyi mereka adalah: diet dengan cara organic! Dengan membiarkan badan gendut mereka dihisap habis-habisan sama nyamuk, sehingga bisa kurus dalam waktu sekejap.

“Ow…kejam!” bisik gue dalem hati. “mereka sih enak gendut, lah gue kan kurus!”

Diposting oleh cafelosophy di 19.36 |  

1 komentar:

Langganan: Posting Komentar (Atom)