Rabu, 29 April 2009
Monster Masa Lalu Part II
"Bang mo kemana?" tanya seseorang dengan jaket dan celana jeans yang warnanya tak lagi jelas, antara biru dan putih.
"Ga kemana-mana" jawab ku pelan sambil terus berjalan menuju ruang tunggu kedatangan di stasiun Gambir.
"Surabaya, Malang, Semarang, Bandung?" tawar orang itu sambil menyodorkan beberapa tiket kereta api, yang ternyata calo tiket. Pantas saja, begitu dia melihatku masuk stasiun, dia terus menempel langkahku, seperti bocah yang membujuk bapaknya untuk membelikannya mainan. Mungkin yang dia lihat dari jasad kasarku adalah lembaran berwarna merah dengan gambar Soekarno Hatta dibelakang sarang tikus. Bukan seorang pria yang sedang berusaha menyembunyikan perasaan galaunya dengan mengunyah permen karet yang tak lagi manis.
Merasa tak nyaman dengan kelakuannya, aku-pun menghentikan langkahku dan membalikkan badan. Sejenak ku amati wajah calo tiket kereta api itu. Awalnya aku berniat memuntahkan sumpah serapah tepat di mukanya, namun niat itu kuurungkan. Melihat mukanya yang keriput, rambut yang tak hitam lagi, dan tatapan matanya yang sayu, aku jadi ibah. Dengan suara yang ku usahakan terdengar halus, aku-pun berbicara padanya. "Maaf ya bapak, saya kesini mau menjemput teman saya, bukan ingin bepergian".
Setelah mendengar penjelasanku, bapak calo itu-pun langsung pergi meninggalkan aku. Hampir berbarengan dengan pengumuman kalau kereta api Kamandanu jurusan Malang-Jakarta sudah tiba di jalur 1.
Merasa tak nyaman dengan kelakuannya, aku-pun menghentikan langkahku dan membalikkan badan. Sejenak ku amati wajah calo tiket kereta api itu. Awalnya aku berniat memuntahkan sumpah serapah tepat di mukanya, namun niat itu kuurungkan. Melihat mukanya yang keriput, rambut yang tak hitam lagi, dan tatapan matanya yang sayu, aku jadi ibah. Dengan suara yang ku usahakan terdengar halus, aku-pun berbicara padanya. "Maaf ya bapak, saya kesini mau menjemput teman saya, bukan ingin bepergian".
Setelah mendengar penjelasanku, bapak calo itu-pun langsung pergi meninggalkan aku. Hampir berbarengan dengan pengumuman kalau kereta api Kamandanu jurusan Malang-Jakarta sudah tiba di jalur 1.




