puisi
Antara aku dan awan
Bagaimana ku tumbuhkan bunga?
Bila hatiku adalah sahara
Bahkan hujan enggan berziarah
Semenjak khilaf jadi orang ketiga
Antara aku dan awan
Saling merindu
Saling butuh
Namun sombong tak mengizinkan
Entah siapa yang
Membunuh ego demi cinta
Meninggalkan beku penantian
Demi taman bunga yang di-impikan
Kau belum terganti
Tiada yang sanggup memetik dawai hati
Membuka tirai malam
Tuntun langkah yang gontai
Selain engkau wahai cinta
Menyebutmu di setiap nafas
Tak hadirkan wujud selain bayang
Sejenak gerbang nirwana terbuka
Lalu hilang ditelan kesadaran
Memikirkanmu di sempitnya waktu
Hujamkan sejuta pilu di kalbu
Tumbuhkan sesal tak berujung




