Senin, 26 Mei 2008

puisi

Antara aku dan awan

Bagaimana ku tumbuhkan bunga?

Bila hatiku adalah sahara

Bahkan hujan enggan berziarah

Semenjak khilaf jadi orang ketiga

Antara aku dan awan

Saling merindu

Saling butuh

Namun sombong tak mengizinkan

Entah siapa yang kan mulai melangkah?

Membunuh ego demi cinta

Meninggalkan beku penantian

Demi taman bunga yang di-impikan

Kau belum terganti

Tiada yang sanggup memetik dawai hati

Membuka tirai malam

Tuntun langkah yang gontai

Selain engkau wahai cinta

Menyebutmu di setiap nafas

Tak hadirkan wujud selain bayang

Sejenak gerbang nirwana terbuka

Lalu hilang ditelan kesadaran

Memikirkanmu di sempitnya waktu

Hujamkan sejuta pilu di kalbu

Tumbuhkan sesal tak berujung

Menjelma badai dalam hidupku
Diposting oleh cafelosophy di 16.26 |  

1 komentar:

Langganan: Posting Komentar (Atom)